Inflasi Amerika Serikat Memanas
- May 13, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Laporan terbaru Biro Statistik Tenaga Kerja menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) melonjak 0,6% pada bulan April, mendorong inflasi tahunan ke angka 3,8%. Angka ini bukan sekadar statistik; ini adalah alarm bahaya bagi kelas menengah Amerika yang kini melihat kenaikan upah mereka termakan oleh biaya hidup. Harga energi melonjak 3,8% dalam sebulan, menyumbang hampir setengah dari total kenaikan inflasi nasional. Tekanan harga kini merembet dari kenaikan harga bensin ke harga pakaian, perabotan, transportasi dan biaya tempat tinggal. Dilema yang dihadapi bank sentral kini memasuki fase kritis. Pasar yang sebelumnya berharap akan penurunan suku bunga, kini berbalik arah secara drastis. Data FedWatch dari CME Group menunjukkan peluang sebesar 37% bahwa The Fed justru akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Kondisi ini menempatkan Ketua Fed terpilih, Kevin Warsh, dalam posisi yang sulit. Para ekonom memperingatkan bahwa menurunkan suku bunga di tengah inflasi yang “bergerak ke arah yang salah” akan menghancurkan kredibilitas bank sentral.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – NZDUSD = Sideways Cenderung Bullish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4602 – 4691 dengan target 4822 – 4916
Stoploss 4433
Grafik XAUUSD time frame D1
NZDUSD: BUY
Buy Limit: 0.5877 – 0.5934 dengan target 0.5991 – 0.6060
Stoploss 0.5785
Grafik NZDUSD time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7164 – 0.7224 dengan target 0.7334 – 0.7385
Stoploss 0.7060
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.


