Inflasi Amerika Serikat dan Konflik Teluk
- May 1, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Amerika Serikat tengah berada dalam pusaran krisis ganda. Sementara ketegangan militer dengan Iran di Selat Hormuz memicu lonjakan harga energi global, data ekonomi domestik menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan: inflasi yang kembali memanas di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat. Laporan Departemen Perdagangan AS pada hari Kamis menunjukkan bahwa konsumen menghadapi kenaikan harga yang pesat sepanjang bulan Maret. Indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti melonjak menjadi 3,2% secara tahunan, level tertinggi sejak November 2023. Jika menyertakan sektor energi dan pangan yang volatil, inflasi tahunan bahkan menyentuh 3,5%. Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama tumbuh sebesar 2%. Meskipun angka ini menunjukkan pemulihan dari kuartal sebelumnya (0,5%), namun capaian ini masih di bawah ekspektasi pasar yang sebesar 2,2%. Pemicu utama kekacauan ekonomi ini adalah blokade angkatan laut AS terhadap Iran. Presiden Donald Trump menegaskan tidak akan menarik mundur pasukannya hingga Teheran menyetujui kesepakatan nuklir baru. Sebaliknya, Iran menolak membuka Selat Hormuz. Kebuntuan ini kini menempatkan Federal Reserve dalam posisi sulit.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4502 – 4590 dengan target 4690 – 4779
Stoploss 4334
Grafik XAUUSD time frame D1
USDJPY: SELL
Sell Limit: 157.28 – 158.60 dengan target 151.91 – 153.96
Stoploss 161.38
Grafik USDJPY time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7125 – 0.7179 dengan target 0.7250 – 0.7292
Stoploss 0.7004
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



