The Fed Terpecah di Tengah Ketidakpastian
- April 30, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Federal Reserve secara resmi mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5% – 3,75%. Namun, keputusan ini diwarnai oleh drama internal yang jarang terjadi. The Fed terpecah untuk pertama kalinya sejak Oktober 1992, terdapat 4 anggota komite yang menyatakan perbedaan pendapat, ditengah ketidakpastian global. Stephen Miran, mendukung pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin, sedangkan Beth Hammack, Neel Kashkari, & Lorie Logan, setuju suku bunga ditahan, namun menolak “bias pelonggaran” dalam pernyataan resmi. Mereka khawatir inflasi yang tertahan di angka 3% sejak akhir 2023 dapat melonjak kembali akibat harga energi. Disisi lain Ketua Fed Jerome Powell memberikan kejutan besar dalam konferensi pers terakhirnya sebagai Ketua. Meskipun masa jabatannya berakhir pada 15 Mei, ia mengumumkan tidak akan meninggalkan Dewan Gubernur Federal Reserve. Powell menegaskan bahwa dirinya tidak akan menjadi “Ketua Bayangan” bagi Warsh. Federal Reserve sedang berjuang keras untuk tetap otonom di tengah kepungan tekanan politik dan ketidakpastian ekonomi global yang kian ekstrem.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4404 – 4502 dengan target 4606 – 4690
Stoploss 4235
Grafik XAUUSD time frame D1
USDJPY: SELL
Sell Limit: 160.82 – 161.69 dengan target 158.76 – 159.71
Stoploss 163.32
Grafik USDJPY time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7001 – 0.7058 dengan target 0.7147 – 0.7200
Stoploss 0.6893
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



