Apa yang terjadi di pasar
Jakarta, 23 Oktober 2026. Pasar saham Amerika Serikat mengalami tekanan signifikan pada perdagangan reguler Kamis setelah saham-saham teknologi terkoreksi tajam akibat kekhawatiran melambatnya tren investasi kecerdasan buatan dalam jangka pendek. Indeks S&P 500 mencatatkan sesi terburuknya sejak Juli dengan penurunan 1,2%, sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi, turun 2,6%. Sebaliknya, Sedangkan Dow Jones Industrial Average mampu melawan arus dan ditutup sedikit lebih tinggi. Penurunan sektor teknologi yang mencapai 3% turut diseret oleh turunnya saham Nvidia sebesar 3,2%, Alphabet 4,4%, dan Advanced Micro Devices sebesar 8,1%. CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan adanya kelangkaan modal di mana permintaan dana jauh melampaui ketersediaan, terutama pada segmen neocloud. Ekonom Ed Yardeni menilai euforia AI saat ini berada dalam kondisi gelembung, namun peredaan tekanan dianggap positif bagi stabilitas ekonomi tanpa memicu ledakan sistemik. Dampaknya pasar obligasi, terkoreksi tajam saat terjadi permintaan aset safe-haven seperti US Dollar dan Yen Jepang, sehingga memicu penurunan imbal hasil Treasury secara signifikan. Imbal hasil obligasi 10 tahun turun 18,5 basis poin menjadi 4,961%, sementara imbal hasil 30 tahun dan 2 tahun masing-masing turun 15 dan 17,5 basis poin. Di tengah ketidakpastian pasar saham, data pasar tenaga kerja AS justru menunjukkan ketahanan yang solid. Laporan Departemen Tenaga Kerja mencatat pengajuan klaim awal asuransi pengangguran turun menjadi 194K untuk pekan yang berakhir 17 Oktober, mendekati rekor terendah historis. Kepala Ekonom Jefferies, Thomas Simons, menekankan bahwa stabilitas klaim pengangguran membuktikan kondisi tenaga kerja tetap kuat di Tengah, pemberitaan pemutusan hubungan kerja. Data ini menjadi salah satu pertimbangan utama Federal Reserve yang diperkirakan akan menahan suku bunga pada pertemuan mendatang, sebelum mempertimbangkan penyesuaian lanjutan menjelang akhir tahun demi mengendalikan laju inflasi.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung netral – GBPUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish
Trading Plan :
XAUUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 3934 – 4021 dengan target 4104 – 4196
Stoploss 3786
Grafik XAUUSD time frame D1

GBPUSD: Bullish
Buy Limit: 1.3286 – 1.3363 dengan target 1.3478 – 1.3549
Stoploss 1.3134
Grafik GBPUSD time frame D1

USDJPY: Bearish
Sell Limit: 157.07 – 158.03 dengan target 154.39 – 155.87
Stoploss 160.27
Grafik USDJPY time frame D1

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
