Apa yang terjadi di pasar
Upaya Federal Reserve dalam meredam laju inflasi menghadapi tantangan seiring memburuknya kondisi pasar perumahan. Laporan data perumahan bulan September mencatat penurunan drastis, menambah kerumitan bagi bank sentral yang sedang mempertimbangkan arah kebijakan suku bunga selanjutnya. Kenaikan suku bunga hipotek yang telah mencapai 7,43% berpotensi naik lebih tinggi jika The Fed kembali menaikkan suku bunga jangka pendek. Lonjakan biaya pinjaman ini terjadi bersamaan dengan peningkatan inflasi secara umum dan krisis ketersediaan hunian, sehingga menekan daya beli masyarakat. Kondisi pasar properti diproyeksikan akan terus melambat sebelum mencapai titik stabil, di mana para analis memperkirakan pelemahan aktivitas pasar akan berlangsung hingga beberapa tahun ke depan akibat keterjangkauan harga yang kian memburuk. Laporan Asosiasi Nasional Agen Real Estat (NAR) menunjukkan bahwa indeks penjualan rumah yang tertunda jatuh ke titik terendah sepanjang masa sejak pencatatan dimulai pada tahun 2001, yakni turun 7,3% secara bulanan dan 11,3% secara tahunan. Angka ini jauh melampaui perkiraan Wall Street yang hanya memproyeksikan penurunan tipis. Sektor konstruksi juga terpukul berat; pembangunan rumah baru swasta turun 5,2% sementara izin pembangunan turun 0,2%. Selain itu, izin pembangunan rumah keluarga tunggal turun ke angka 845.000 unit, yang merupakan level terendah sejak tahun 2023. Sentimen pengembang perumahan bahkan jatuh ke tingkat paling rendah dalam 14 tahun terakhir akibat melonjaknya biaya konstruksi, tingginya suku bunga hipotek, dan melemahnya kepercayaan konsumen. Penurunan aktivitas pembangunan ini diprediksi akan terus berlanjut hingga tahun 2027 dan menjadi hambatan tambahan bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Di tengah tekanan pada sektor riil, The Fed berada dalam posisi sulit karena indikator harga konsumen dan produsen belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pejabat bank sentral turut memantau dampak inflasi dari tingginya investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) yang mendorong kenaikan biaya komponen elektronik dan chip, meski di sisi lain efisiensi AI diharapkan mampu menopang perekonomian.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung netral – XAGUSD = Sideways Cenderung netral – NZDUSD = Sideways Cenderung netral
Trading Plan :
XAUUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 4021 – 4104 dengan target 4196 – 4286
Stoploss 3861
Grafik XAUUSD time frame D1

XAGUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 53.36 – 55.55 dengan target 59.13 – 62.01
Stoploss 49.66
Grafik XAGUSD time frame D1

NZDUSD: SIDEWAYS
Buy Limit: 0.5564 – 0.5647 dengan target 0.5750 – 0.5841
Stoploss 0.5436
Grafik NZDUSD time frame D1

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.
