Konfirmasi Kevin Warsh dan Pertaruhan Global di Beijing
- May 14, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Pada Rabu, 13 Mei 2026, Senat AS resmi mengonfirmasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve ke-11 di era modern. Warsh menggantikan Jerome Powell dalam sebuah pemungutan suara paling terpecah sepanjang sejarah Senat (54-45), menandakan berakhirnya era Powell dan dimulainya misi “perubahan rezim” yang telah lama dijanjikan oleh Presiden Donald Trump. Ironisnya, saat Warsh bersiap mengambil palu kepemimpinan, data ekonomi justru memberikan sambutan yang “panas”. Indeks Harga Produsen (PPI) atau inflasi di tingkat grosir melonjak 1,4% pada bulan April dengan kenaikan bulanan terbesar sejak Maret 2022. Secara tahunan, harga produsen meroket hingga 6%. Di saat yang sama, Presiden Trump mendarat di Beijing untuk pertemuan puncak dengan Xi Jinping. Tidak sendirian, Trump membawa “pasukan” elit teknologi, termasuk Elon Musk (Tesla/SpaceX) dan Jensen Huang (Nvidia). Kehadiran para CEO ini memberikan sinyal kuat bagi pasar modal. Meskipun Dow Jones melemah akibat kekhawatiran inflasi, indeks S&P 500 dan Nasdaq justru mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – NZDUSD = Sideways Cenderung Bullish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4542 – 4635 dengan target 4727 – 4822
Stoploss 4390
Grafik XAUUSD time frame D1
NZDUSD: BUY
Buy Limit: 0.5877 – 0.5900 dengan target 0.5991 – 0.6038
Stoploss 0.5779
Grafik NZDUSD time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7164 – 0.7224 dengan target 0.7334 – 0.7385
Stoploss 0.7060
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



