Blockade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat
- April 14, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Dunia kembali berada diambang ketidakpastian besar setelah perundingan damai Amerika Serikat dan Iran, mengalami jalan buntu. Kegagalan diplomasi ini segera diikuti oleh keputusan drastic Presiden Donald Trump untuk memberlakukan blockade selat hormuz oleh angkatan laut Amerika Serikat. Blockade ini menargetkan semua kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran, namun Komando Pusat AS mengklarifikasi bahwa kapal menuju pelabuhan non-Iran tetap diberikan kebebasan navigasi. Secara operasional, AS menetapkan blockade ini untuk memutus keran finansial Iran dari penjualan minyak. Langkah sepihak Washington ini tidak mendapat dukungan dari internal NATO, dimana PM Inggris dan Jerman menolak untuk terlibat dalam aksi blokade ini. Sedangkan Prancis mencoba mengambil jalan tengah dengan merencanakan misi multinasional damai. Keadaan ini tentunya memberikan informasi bahwa serangan brutal AS ke infrastruktur Iran mulai mereda dan terfokus hanya pada rantai pasokan yang melewati selat hormuz. Pasar keuangan AS bereaksi positif dimana indeks saham S&P 500 naik 1,02% dengan asumsi bahwa kesemua ini hanya tak tik negoisasi untuk Iran kembali ke meja perundingan.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4641 – 4719 dengan target 4898 – 4973
Stoploss 4474
Grafik XAUUSD time frame D1
USDJPY: SELL
Sell Limit: 159.70 – 160.48 dengan target 157.68 – 158.47
Stoploss 161.86
Grafik USDJPY time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7012– 0.7077 dengan target 0.7135 – 0.7176
Stoploss 0.6897
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



