Harga Produsen di Amerika Serikat Turun
- July 16, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) AS melaporkan penurunan tak terduga pada indeks harga produsen (PPI) periode Juni 2026. Penurunan biaya energi menjadi faktor utama yang memperbaiki gambaran inflasi di tingkat pabrik. Indeks harga produk pertanian mencatat penurunan 0,3% secara bulanan (telah disesuaikan secara musiman), jauh lebih baik daripada perkiraan konsensus Dow Jones yang memproyeksikan angka flat (tidak berubah). Secara tahunan (YoY), inflasi produsen berada di level 5,5%. Selain itu, data bulan Mei direvisi turun signifikan dari kenaikan 1,1% menjadi 0,6%. Kabar ini melengkapi data Indeks Harga Konsumen (IHK) hari sebelumnya yang juga turun tajam 0,4% pada bulan Juni (penurunan bulanan terbesar sejak awal pandemi April 2020), membawa tingkat inflasi tahunan konsumen turun ke angka 3,5%, dengan inflasi inti berada di level 2,6%. Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, dalam kesaksiannya di hadapan komite kongres dan senat minggu ini menyatakan bahwa penurunan inflasi di bulan Juni bukanlah momen “misi selesai”. The Fed berkomitmen untuk terus memerangi inflasi secara independen dari tekanan politik. Berdasarkan indikator FedWatch CME Group, peluang kenaikan suku bunga pada bulan September kini berada di posisi 50-50.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish – NZDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 3941 – 4033 dengan target 4163 – 4255
Stoploss 3768
Grafik XAUUSD time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6913 – 0.6989 dengan target 0.7060 – 0.7121
Stoploss 0.6805
Grafik AUDUSD time frame D1
NZDUSD: BUY
Buy Limit: 0.5778 – 0.5827 dengan target 0.5904 – 0.5967
Stoploss 0.5687
Grafik NZDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



