Rekonsiliasi Washington dan Beijing
- May 15, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
KTT Beijing yang berlangsung pada 14-15 Mei 2026 ini bukan sekadar pertemuan diplomatik biasa. Resonsiliasi Washington dan Beijing adalah upaya dua kekuatan terbesar dunia untuk menghindari “Perangkap Thucydides”, sebuah teori sejarah di mana kekuatan yang sedang bangkit (Tiongkok) sering kali berujung pada benturan dengan kekuatan yang berkuasa (AS). Dibalik keramahan sambutan Presiden China Xi Jinping terhadap Presiden AS Donald Trump, terdapat peringatan keras mengenai isu Taiwan. Jika isu ini salah ditangani, seluruh fondasi hubungan kedua negara bisa runtuh. Meski demikian, suasana jamuan makan malam berlangsung hangat, dengan kedua pemimpin saling menyebut sebagai “teman” dan berkomitmen menciptakan masa depan yang makmur. Washington memberikan lampu hijau bagi Nvidia untuk menjual chip H200, salah satu chip AI tercanggihnya, kepada raksasa teknologi Tiongkok seperti Tencent dan ByteDance. Sebagai bagian dari “kesepakatan besar”, Trump mengumumkan bahwa Tiongkok akan membeli 200 jet Boeing. Meski terdengar besar, pasar justru bereaksi negatif. Saham Boeing jatuh 3,8% karena analis sebelumnya memprediksi pesanan hingga 500 pesawat.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – NZDUSD = Sideways Cenderung Bullish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4521 – 4617 dengan target 4737 – 4822
Stoploss 4353
Grafik XAUUSD time frame D1
NZDUSD: BUY
Buy Limit: 0.5871 – 0.5900 dengan target 0.5957 – 0.5996
Stoploss 0.5779
Grafik NZDUSD time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7145 – 0.7185 dengan target 0.7274 – 0.7334
Stoploss 0.7076
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



