Imperium Strategy

Inflasi Amerika Serikat dan Konflik Teluk

Apa yang terjadi di pasar

     Amerika Serikat tengah berada dalam pusaran krisis ganda. Sementara ketegangan militer dengan Iran di Selat Hormuz memicu lonjakan harga energi global, data ekonomi domestik menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan: inflasi yang kembali memanas di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat. Laporan Departemen Perdagangan AS pada hari Kamis menunjukkan bahwa konsumen menghadapi kenaikan harga yang pesat sepanjang bulan Maret. Indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti melonjak menjadi 3,2% secara tahunan, level tertinggi sejak November 2023. Jika menyertakan sektor energi dan pangan yang volatil, inflasi tahunan bahkan menyentuh 3,5%. Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama tumbuh sebesar 2%. Meskipun angka ini menunjukkan pemulihan dari kuartal sebelumnya (0,5%), namun capaian ini masih di bawah ekspektasi pasar yang sebesar 2,2%. Pemicu utama kekacauan ekonomi ini adalah blokade angkatan laut AS terhadap Iran. Presiden Donald Trump menegaskan tidak akan menarik mundur pasukannya hingga Teheran menyetujui kesepakatan nuklir baru. Sebaliknya, Iran menolak membuka Selat Hormuz. Kebuntuan ini kini menempatkan Federal Reserve dalam posisi sulit.

Ekspektasi Pasar

Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish

 

Trading Plan :

XAUUSD: BUY

Buy Limit: 4502 – 4590 dengan target 4690 – 4779

Stoploss 4334

Grafik XAUUSD time frame D1

 

USDJPY: SELL

Sell Limit: 157.28 – 158.60 dengan target 151.91 – 153.96

Stoploss 161.38

Grafik USDJPY time frame D1

 

AUDUSD: BUY

Buy Limit: 0.7125 – 0.7179 dengan target 0.7250 – 0.7292

Stoploss 0.7004

Grafik AUDUSD time frame D1

 

Disclaimer

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



Leave a Reply