Konflik di Selat Hormuz Kembali Memanas
- April 20, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Situasi geopolitik global memanas seketika pada akhir pekan. Konflik di Selat Hormus kembali memanas dan harapan akan perdamaian melalui jalur diplomasi di Islamabad Pakistan, tampaknya sirna setelah serangkaian insiden militer. Presiden Donald Trump secara resmi mengumumkan melalui media sosial nya bahwa kapal perusak rudal USS Spruance telah melumpuhkan dan menyita kapal kargo berbendera Iran Touska di Teluk Oman. Rencana putaran kedua pembicaraan damai di Islamabad yang sedianya dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance terancam batal. Melalui kantor berita IRNA, Iran secara tegas menolak hadir dengan alasan, blockade maritim AS melanggar gencatan senjata, tuntutan AS terlalu berlebihan dan adanya ancaman Trump untuk menghancurkan infrastruktur Iran apabila kesepakatan tidak tercapai. Pasar keuangan langsung bereaksi negarif dan harga minyak dunia naik 7% serta indeks saham Doe Jones turun mendekati 1%. Langkah AS melakukan blockade total dan penyitaan kapal ini, menunjukkan adanya pergeseran dari diplomasi diatas meja menjadi diplomasi kapal perang. Bagi investor, kondisi ini memberikan konfirmasi bahwa narasi inflasi akan tetap tinggi akibat supply shock energi.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4669 – 4759 dengan target 4907 – 4992
Stoploss 4501
Grafik XAUUSD time frame D1
USDJPY: SELL
Sell Limit: 159.27 – 159.73 dengan target 157.86 – 158.47
Stoploss 160.70
Grafik USDJPY time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7074 – 0.7116 dengan target 0.7190 – 0.7236
Stoploss 0.6992
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



