Harapan Perdamaian di Tengah Blokade Selat Hormuz
- April 16, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Dunia saat ini tengah menyaksikan dinamika yang kontradiktif di Teluk Persia. Sementara selat hormuz mengalami kelumpuhan akibat blokade militer, lantai bursa justru berpesta menyambut harapan perdamaian dan berakhirnya perang antara Amerika Serikat dan Iran. Pasar saham Amerika Serikat melonjak tajam pada perdagangan Rabu kemarin. Indeks S&P 500 naik 0,8% sedangkan Nasdaq Composite naik 1,59%, dimana keduanya mencatat rekor tertinggi sepanjang masa. Reli ini didorong oleh harapan investor bahwa kesepakatan damai Washington dan Teheran sudah didepan mata. Gedung Putih menyatakan rasa optimisnya melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt yang mengkonfirmasi bahwa diskusi sedang berlangsung, meskipun jadwal resmi belum ditetapkan. Walaupun demikian AS menegaskan bahwa mereka belum secara resmi menyetujui perpanjangan gencatan senjata 2 minggu yang akan berakhir pada hari Selasa minggu depan. Pada pekan ini hanya ada 9 kapal tanker yang berani melintas, termasuk supertanker RHN milik perusahaan China yang membawa 2 juta barel minyak mentah.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4656 – 4766 dengan target 4898 – 4997
Stoploss 4474
Grafik XAUUSD time frame D1
USDJPY: SELL
Sell Limit: 158.98 – 159.70 dengan target 157.82 – 158.41
Stoploss 160.96
Grafik USDJPY time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7110– 0.7146 dengan target 0.7190 – 0.7236
Stoploss 0.7041
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



