Imperium Strategy

Inflasi AS Melemah Ditengah Ketidakpastian

Apa yang terjadi di pasar

     Data terbaru dari Bureau of Labor Statistics membawa harapan bagi perekonomian Amerika Serikat. Angka inflasi pada bulan Januari melemah 2,4% secara tahunan dengan inflasi inti berada di level 2,5%, dan merupakan level terendah sejak April 2021. Data ini tentunya memperkuat ekspektasi bahwa Fed berpeluang memangkas suku bunga pada pertengahan tahun. Berdasarkan inidkator FedWacth dari CME Group, probabilitas penurunan suku bunga pada Juni meningkat signifikan. Meskipun angka inflasi lebih rendah dari perkiraan, pasar saham tidak merespon dengan reli besar. S&P 500 hanya naik tipis 0.05% sementara Dow Jones turun 0,22% dan Nasdaq naik 0,10%, dimana investor saat ini lebih focus pada potensi disrupsi kecedasan buatan (AI). Kekhawatiran bahwa AI akan menekan pendapatan di berbagai sektor, memicu aksi jual lintas industry, mulai dari perangkat lunak, property, transportasi hingga jasa keuangan. Selain itu ditengah ketidakpastian ekonomi dan pasar, risiko geopolitik meningkat, setelah Pentagon mengirimkan kapal induk tambahan ke Timur Tengah. Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa serangan terhadap wilayahnya akan dibalas terhadap pangkalan militer AS di Teluk.

Ekspektasi Pasar

Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Buliish

Trading Plan :

XAUUSD: BUY

Buy Limit: 4829 – 4975 dengan target 5178 – 5293

Stoploss 4535

Grafik XAUUSD time frame D1

 

USDJPY: SELL

Sell Limit: 153.19 – 154.13 dengan target 149.93 – 151.03

Stoploss 155.87

Grafik USDJPY time frame D1

 

AUDUSD: BUY

Buy Limit: 0.6988 – 0.7043 dengan target 0.7120– 0.7184

Stoploss 0.6990

Grafik AUDUSD time frame D1

 

Disclaimer

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



Leave a Reply