Inflasi AS Melemah Ditengah Ketidakpastian
- February 15, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Data terbaru dari Bureau of Labor Statistics membawa harapan bagi perekonomian Amerika Serikat. Angka inflasi pada bulan Januari melemah 2,4% secara tahunan dengan inflasi inti berada di level 2,5%, dan merupakan level terendah sejak April 2021. Data ini tentunya memperkuat ekspektasi bahwa Fed berpeluang memangkas suku bunga pada pertengahan tahun. Berdasarkan inidkator FedWacth dari CME Group, probabilitas penurunan suku bunga pada Juni meningkat signifikan. Meskipun angka inflasi lebih rendah dari perkiraan, pasar saham tidak merespon dengan reli besar. S&P 500 hanya naik tipis 0.05% sementara Dow Jones turun 0,22% dan Nasdaq naik 0,10%, dimana investor saat ini lebih focus pada potensi disrupsi kecedasan buatan (AI). Kekhawatiran bahwa AI akan menekan pendapatan di berbagai sektor, memicu aksi jual lintas industry, mulai dari perangkat lunak, property, transportasi hingga jasa keuangan. Selain itu ditengah ketidakpastian ekonomi dan pasar, risiko geopolitik meningkat, setelah Pentagon mengirimkan kapal induk tambahan ke Timur Tengah. Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa serangan terhadap wilayahnya akan dibalas terhadap pangkalan militer AS di Teluk.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Buliish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4829 – 4975 dengan target 5178 – 5293
Stoploss 4535
Grafik XAUUSD time frame D1
USDJPY: SELL
Sell Limit: 153.19 – 154.13 dengan target 149.93 – 151.03
Stoploss 155.87
Grafik USDJPY time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6988 – 0.7043 dengan target 0.7120– 0.7184
Stoploss 0.6990
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



