Baku Tembak di Selat Hormuz Kembali Terjadi
- May 8, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Ketegangan kembali meningkat, setelah pasukan Amerika Serikat dan Iran terlibat baku tembak sengit di Selat Hormuz pada Kamis malam. Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa tiga kapal perusak Angkatan Laut AS dicegat oleh pasukan Iran saat melintasi selat menuju Teluk Oman. Menurut pernyataan resmi, pihak Iran meluncurkan rudal, drone, dan perahu kecil dalam apa yang disebut AS sebagai “serangan tidak beralasan.” Sebaliknya, Teheran menuduh Washington sebagai pihak agresor. Pejabat militer Iran menyatakan bahwa AS melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal tanker Iran terlebih dahul. Insiden ini tidak hanya mengancam kesepakatan gencatan senjata yang rapuh, tetapi juga memperburuk krisis energi dunia. CEO Shell, Wael Sawan, mengungkapkan bahwa pasar minyak dunia kini menghadapi kekurangan hampir satu miliar barel minyak mentah akibat konflik yang berkepanjangan. Harga minyak dunia sempat naik 2% dan pasar saham AS turun dikisaran 0,1%. Saat ini para pelaku pasar menanti perkembangan perdamaian damai di teluk dan data sektor tenaga kerjaan AS ( NFP) yang akan dirilis nanti malam.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4545 – 4660 dengan target 4776 – 4916
Stoploss 4371
Grafik XAUUSD time frame D1
USDJPY: SELL
Sell Limit: 157.11 – 157.92 dengan target 155.09 – 156.00
Stoploss 159.46
Grafik USDJPY time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7269 – 0.7327 dengan target 0.7125 – 0.7171
Stoploss 0.7037
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



