Euforia AI dan Bayangan Krisis Selat Hormuz
- April 28, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Pasar keuangan memasuki babak baru yang penuh anomali pada akhir April 2026. Bursa saham AS terus mencetak rekor tertinggi oleh revolusi AI disaat bayang bayang penantian resolusi krisis di Selat Hormuz. Indeks saham S&P 500 dan Nasdaq kembali ditutup naik pada hari Senin, dimana sektor teknologi informasi dan layanan komunikasi menjadi pemimpin pasar, ditengah perusahaan raksasa seperti Nvidia dan Alphabet menunjukkan performa dominan. Sementara ketegangan geopolitik AS dan Iran mulai mereda setelah Iran mengajukan proposal baru dengan syarat pencabutan blokade, berakhirnya perang dan pembicaraan fasilitas nuklir ditunda ke tanggal yang lebih lama. Gedung Putih sedang membahas ulang proposal yang diberikan Teheran. Dengan kondisi pasar keuangan seperti ini para pengamat memperingatkan bahwa pasar sedang menyeimbangkan dua kekuatan berlawanan yaitu krisis energi dan euphoria AI. Sedangkan Ray Dalio memberikan peringatan keras bahwa ekonomi AS telah masuk kelingkungan stagflasi, sehingga Ketua Fed yang baru tidak boleh menurunkan suku bunga atau setidaknya menahan suku bunga tinggi sampai akhir tahun.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4546 – 4654 dengan target 4765 – 4852
Stoploss 4365
Grafik XAUUSD time frame D1
USDJPY: SELL
Sell Limit: 159.79 – 160.27 dengan target 158.30 – 158.80
Stoploss 161.24
Grafik USDJPY time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7122 – 0.7163 dengan target 0.7242 – 0.7279
Stoploss 0.7047
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



