Harga Minyak Kembali Tembus $100 per Barel
- March 16, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Pasar energi global berada dalam kondisi darurat setelah minyak mentah AS (WTI) dan Brent resmi menembus angka $100 per barel pada Minggu malam. Lonjakan ini dipicu oleh Iran yang kini telah mengancam jalur perdagangan minyak paling vital di dunia, yaitu selat hormuz. Konflik dapat kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump memerintahkan serangan udara terhadap asset militer Iran di Pulau Kharg. Gedung Putih menegaskan bahwa fasilitas energi pulau kharg merupakan titik pusat 90% ekspor minyak Iran, dan akan menjadi target berikutnya jika Iran terus memblokir selat hormuz. Pengamat memprediksi bahwa serangan langsung terhadap pulau kharg dapat seketika menghentikan 1,5 juta barel per hari serta berisiko terhadap inflasi global dan memicu serangan balasan milter lebih lanjut dari Teheran. Iran secara terbuka mengancam akan menyerang infrastruktur sipil dipelabuhan Jebel Ali, Khalifa dan Fujairah yang merupakan bagian dari Uni Emirat Arab. Lebih dari 1500 drone dan ratusan rudal Iran telah dicegat oleh pertahanan udara UEA dalam 2 minggu terakhir, sehingga membuat investor melakukan risk off.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – USDCHF = Sideways Cenderung Bearish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4834 – 4923 dengan target 5057 – 5128
Stoploss 4688
Grafik XAUUSD time frame D1
USDJPY: SELL
Sell Limit: 160.11 – 161.14 dengan target 157.39 – 158.75
Stoploss 162.99
Grafik USDJPY time frame D1
USDCHF: SELL
Sell Limit: 0.7941– 0.7990 dengan target 0.7814– 0.77872
Stoploss 0.8068
Grafik USDCHF time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



