Selat Hormuz Nyaris Lumpuh
- March 9, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Perang antara Amerika Serikat dan Iran semakin menguncang pasar energi dan keuangan global. Ketegangan yang meningkat ini menyebabkan salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia, yaitu selat hormuz, nyaris lumpuh. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei memperingatkan bahwa kapal tanker yang melewati selat hormuz harus sangat berhati-hati karena situasi keamanan belum stabil, sehingga seluruh aktivitas pelayaran dikawasan tersebut berada dalam risiko. Situasi ini membuat harga minyak dunia naik ke level $119 per barel dan akhirnya turun kembali disekitar $87 per barel, setelah Presiden AS berencana mengambil alih pengamanan selat hormuz dan mempertinbangkan pengurangan sanksi terhadap Rusia, agar harga minyak dunia kembali turun. Sementara itu negara G7 menggelar pertemuan darurat untuk membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak startegis guna menstabilkan pasar. Meskipun ada optimisme bahwa perang bisa segera berakhir, tetapi risiko terhadap pasar energi masih sangat besar. Jika gangguan di selat hormuz terus berlanjut sampai beberapa bulan kedepan, maka harga minyak global akan terlihat terus naik menembus harga tertinggi nya.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDCAD = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4942 – 5037 dengan target 5226 – 5324
Stoploss 4771
Grafik XAUUSD time frame D1
USDCAD: SELL
Sell Limit: 1.3594 – 1.3636 dengan target 1.3473 – 1.3521
Stoploss 1.3715
Grafik USDCAD time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6984 – 0.7051 dengan target 0.7144– 0.7203
Stoploss 0.6873
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



