Pasar Keuangan di Tengah Ketidakpastian Inflasi
- August 27, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Pasar keuangan global dan AS saat ini sedang berada di titik ketidakpastian, dimana para pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) di tengah tekanan inflasi yang masih membayangi. Berdasarkan data terbaru dari Departemen Perdagangan AS, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang merupakan indikator inflasi pilihan utama The Fed, tercatat naik 0,2% secara musiman pada bulan Juli. Kenaikan ini membawa tingkat inflasi tahunan ke level 3,7%, atau sekitar 0,1 poin persentase di atas perkiraan konsensus Dow Jones. Meskipun demikian, indikator inflasi inti PCE (yang mengecualikan komponen makanan dan energi) mencatatkan kenaikan bulanan sebesar 0,2% dan kenaikan tahunan sebesar 3,3%, sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi pasar. Para pembuat kebijakan umumnya menganggap ukuran inti ini sebagai petunjuk yang lebih akurat untuk memetakan tren jangka panjang. Dalam situasi ini, simposium tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, menjadi pusat perhatian global. Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan pidato utamanya pada hari Jumat, dan para pelaku pasar telah mengetahui bahwa Warsh akan bersikap sangat berhati-hati dalam komunikasinya.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – NZDUSD = Sideways Cenderung Bullish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4466 – 4544 dengan target 4682 – 4790
Stoploss 4299
Grafik XAUUSD time frame D1
NZDUSD: BUY
Buy Limit: 0.5872 – 0.5912 dengan target 0.5987 – 0.6027
Stoploss 0.5801
Grafik NZDUSD time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7117 – 0.7153 dengan target 0.7204 – 0.7239
Stoploss 0.7045
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



