Pasar Global Menghadapi Risiko Inflasi
- March 6, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong harga energi melonjak tajam sehingga pasar keuangan global menghadapi risiko inflasi. Harga minyak mentah Amerika Serikat WTI diperdagangkan diatas $81 per barel sementara Brent Crude naik mendekati $85 per barel. Pemicu utama kenaikan harga minyak ini adalah serangan terhadap kapal tanker dan ancaman penutupan selat hormuz oleh Iran. Pasar bereaksi cepat ketika 20% jalur lalu lintas energi dunia terancam, dampaknya terjadi risk off di pasar ekuitas. Para pengamat mengatakan bahwa kenaikan harga minyak sebesar $10 per barel dapat menyumbang kenaikan inflasi inti 0,1%, dimana keadaan ini membuat investor kembali focus terhadap kebijakan Fed tanggal 17-18 Maret 2026. Ketidakpastian moneter meningkat ditengah Trump memilih Kevin Warsh sebagai pengganti Jerome Powell. Warsh berpendapat bahwa inflasi lebih banyak disebabkan oleh kebijakan fiscal serta pencetakan uang yang berlebih dan bukan karena fluktuasi dari harga komoditas, seperti minyak. Warsh lebih toleran terhadap lonjakan harga energi dibandingkan dengan Powell.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDCAD = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4845 – 4942 dengan target 5181 – 5278
Stoploss 4666
Grafik XAUUSD time frame D1
USDCAD: SELL
Sell Limit: 1.3696 – 1.3736 dengan target 1.3566 – 1.3609
Stoploss 1.3805
Grafik USDCAD time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6858 – 0.6944 dengan target 0.7088– 0.7159
Stoploss 0.6733
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.


