Investor Dalam Ketidakpastian
- March 4, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Perang antara Amerika Serikat dan Iran telah memasuki hari ke empat dengan eskalasi yang semakin meluas. Saat ini investor masuk kedalam ketidakpastian yang cukup tinggi, sehingga indeks saham Dow Jones sempat turun 1200 poin, S&P 500 turun 2,5% dan Nasdaq turun 2,7%. Selain itu mata uang Euro dan Poundsterling tertekan bersama dengan Bitcoin, sedangkan harga emas dunia terkoreksi turun yang menandakan likuiditas dan kepanikan jangka pendek masih mendominasi cash is king. Menurut CEO Callanish Capital, pasar saat ini berada pada titik maksimum ketidakpastian, sehingga investor cenderung melakukan pengurangan resiko besar-besaran sebelum kembali rasional ketika informasi jelas. Jika dilihat sejarahnya, sebagian besar guncangan geopolitik memang berumur pendek, tetapi saat ini investor tidak hanya melihat perang Amerika dan Iran tetapi juga mencermati adanya perang proksi regional dan blokade selat hormuz. Jika perang proksi regional terus menyebar dan blokade selat hormuz bertahan lama maka akan berdampak signifikan terhadap inflasi, suku bunga dan pertumbuhan global.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – USDCHF = Sideways Cenderung Bearish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4922 – 5055 dengan target 5264 – 5378
Stoploss 4639
Grafik XAUUSD time frame D1
USDJPY: Sell
Sell Limit: 158.01 – 158.77 dengan target 156.02 – 1156.78
Stoploss 159.91
Grafik USDJPY time frame D1
USDCHF: SELL
Sell Limit: 0.7863 – 0.7924 dengan target 0.7654– 0.7722
Stoploss 0.8049
Grafik USDCHF time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



