Inflasi Amerika Terlihat Stabil Sebelum Perang Teluk
- March 12, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Data inflasi Amerika Serikat menunjukkan kondisi yang relative stabil. Namun dibalik angka yang tenang tersebut, para ekonom melihat adanya badai baru akibat lonjakan harga energi, gangguan rantai pasokan dan konflik geopolitik yang terus memanas dikawasan teluk. Data terbaru dari Bureau of Labor Statistics menunjukkan bahwa consumer price index atau CPI naik 0,3% pada bulan Februari dan secara tahunan inflasi berada dilevel 2,4%, ini sesuai dengan perkiraan pasar. Jika harga energi dan makanan dikeluarkan dari perhitungan tersebut maka inflasi inti tercatat 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan, ini juga sesuai dengan perkiraan pasar. Para ekonom menilai bahwa laporan ini belum mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya karena data diambil sebelum konflik besar di Timur Tengah. Serangan AS ke Iran telah memicu lonjakan harga minyak yang tajam, sehingga akan memberikan efek kenaikan berantai terhadap harga transportasi, pengiriman barang, pupuk hingga berbagai produk konsumsi. Ditengah ketidakpastian ini, kemungkinan Fed akan menahan suku bunganya pada pertemuan tanggal 18 Maret.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDCAD = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 5048 – 5136 dengan target 5261 – 5374
Stoploss 4869
Grafik XAUUSD time frame D1
USDCAD: SELL
Sell Limit: 1.3604 – 1.3638 dengan target 1.3473 – 1.3521
Stoploss 1.3715
Grafik USDCAD time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.7029 – 0.7085 dengan target 0.7166– 0.7218
Stoploss 0.6928
Grafik AUDUSD time frame D1

Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.


