Ekonomi AS Tumbuh, Inflasi Melandai, Tetapi Geopolitik Meningkat
- January 23, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Dunia memasuki fase baru dimana ekonomi Amerika Serikat terlihat masih tumbuh, inflasi mereda tetapi fondasi geopolitik semakin rapuh bahkan meningkat. Pada kuartal ketiga, pertumbuhan ekonomi AS berada pada level 4,4%, indikator inflasi favorit Fed bulan November dilevel 2,8%, pendapatan pribadi meningkat moderat, konsumsi meningkat 0,5%, tetapi geopolitik semakin tidak menentu. Kesepakatan Greenland meninggalkan tanda tanya besar. Tidak ada detail kesepakatan, tidak jelas siapa yang menyetujui, karena Denmark dan Greenland bahkan menyatakan tidak mengetahui isi kesepakatan tersebut. Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik Nielsen dengan tegas mengatakan bahwa kedaulatan serta integritas wilayah adalah garis merah yang tidak bisa dinegoisasikan. Beberapa analis mengatakan bahwa sikap Trump melunak bukan karena Eropa, melainkan karena lonjakan imbal hasil obligasi global. Ketika pasar obligasi mulai naik, maka biaya ekonomi dari perang dagang menjadi terlalu mahal untuk diabaikan.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4815 – 4903 dengan target 5029 – 5113
Stoploss 4645
Grafik XAUUSD time frame D1
USDJPY: SELL
Sell Limit: 158.55 – 159.21 dengan target 157.46 – 156.81
Stoploss 160.48
Grafik USDJPY time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6773 – 0.6819 dengan target 0.6885– 0.6927
Stoploss 0.6688
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



