Ekonomi AS Retak Disaat Lapangan Pekerjaan Turun dan Harga Minyak Tembus $100 per Barel
- March 9, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Ekonomi Amerika Serikat mulai menunjukkan tanda tanda keretakan. Pasar tenaga kerja AS melemah dan harga minyak dunia tembus $100 per barel ditengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Data terbaru dari Bureau of Labor Statistics menunjukkan bahwa jumlah pekerjaan sektor non pertanian AS turun menjadi negative 92K pada Februari dan jauh dibawah bulan Januari 126K. Penurunan ini merupakan kontraksi yang ke tiga kalinya dalam 5 bulan terakhir, dan ini merupakan indikasi bahwa pasar tenaga kerja sedang kehilangan momentum. Ditengah pelemahan ekonomi AS, konflik Timur Tengah menyebabkan harga minyak WTI naik ke level $107 per barel. Harga tertinggi untuk pertama kalinya minyak tembus $100 sejak invasi Rusia ke Ukraina. Pasokan minyak terganggu setelah Iran menutup selat hormuz dan Kuwait , Irak serta Uni Emirat Arab mengurangi produksi karena penyimpanan minyak mereka penuh. Banyak analis Wall Street menilai bahwa harga minyak diatas $100 per barel merupakan titik kritis bagi perekonomian AS.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDCAD = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4942 – 5037 dengan target 5226 – 5324
Stoploss 4771
Grafik XAUUSD time frame D1
USDCAD: SELL
Sell Limit: 1.3615 – 1.3651 dengan target 1.3473 – 1.3521
Stoploss 1.3731
Grafik USDCAD time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6858 – 0.6944 dengan target 0.7088– 0.7159
Stoploss 0.6733
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



