Lompat ke konten
Beranda » News » Inflasi dan Kebijakan The Fed

Inflasi dan Kebijakan The Fed

Apa yang terjadi di pasar

Jakarta, 30 Oktober 2026. Perekonomian global saat ini berada dalam fase krusial yang ditandai oleh ketahanan pertumbuhan di tengah tingginya tekanan inflasi, tantangan biaya energi, serta ketidakpastian geopolitik. Pada minggu ini dua lembaga keuangan paling berpengaruh di dunia, Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa (ECB), sama-sama mengambil langkah hati-hati dengan mempertahankan suku bunga acuan dalam keputusan terbaru mereka. Kendati demikian, Retorika yang disampaikan oleh kepemimpinan kedua bank sentral tersebut memberikan sinyal bahwa siklus pengetatan moneter belum sepenuhnya berakhir. Di Amerika Serikat, data ekonomi terbaru dari Departemen Perdagangan menunjukkan dinamika yang kompleks. Laju inflasi yang diukur melalui Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) meningkat 0,5% secara bulanan pada September, membawa inflasi tahunan berada di angka 3,6%. Angka PCE inti, yang mengecualikan komponen seperti makanan dan energi serta menjadi indikator utama The Fed, tercatat sebesar 3,1% secara tahunan. Lonjakan biaya energi menjadi pendorong utama kenaikan harga bulanan ini, yang dikhawatirkan dapat meluas ke sektor ekonomi lainnya. Di sisi lain, produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh melampaui ekspektasi pada kuartal ketiga dengan laju tahunan 3,4%, didukung oleh ketahanan belanja konsumen yang naik 3,8% serta lonjakan investasi domestik swasta bruto sebesar 19,4% ,yang didorong oleh pengembangan kecerdasan buatan (AI). Kondisi pasar tenaga kerja juga tetap solid, ditunjukkan oleh klaim pengangguran awal yang berada di tingkat rendah sebesar 194.000. Meskipun pertumbuhan ekonomi pesat dan inflasi masih berada di atas target 2%, Ketua Fed Kevin Warsh memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 3,75%-4%. Warsh menegaskan fleksibilitas strategisnya dengan menjaga agar pasar terus menduga langkah The Fed selanjutnya. Sambil menolak anggapan bahwa kondisi keuangan saat ini sudah cukup ketat, ia meletakkan dasar intelektual untuk potensi kenaikan suku bunga pada bulan Desember jika inflasi terbukti persisten.

Ekspektasi Pasar

Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung netral – GBPUSD = Sideways Cenderung netral – USDJPY = Sideways Cenderung netral

Trading Plan :

XAUUSD: SIDEWAYS

Buy Limit: 3840 – 3953 dengan target 4102 – 4231

Stoploss 3643

Grafik XAUUSD time frame D1

GBPUSD: SIDEWAYS

Buy Limit: 1.3270 – 1.3353 dengan target 1.3463 – 1.3542

Stoploss 1.3131

Grafik GBPUSD time frame D1

USDJPY: SIDEWAYS

Sell Limit: 158.48 – 159.48 dengan target 156.09 – 157.19

Stoploss 161.27

Grafik USDJPY time frame D1

Disclaimer

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *