Powell Pertahankan Suku Bunga di Tengah Gejolak Energi
- March 30, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Ketua Federal Reserve, Jerome Powell memberikan sinyal kuat bahwa bank sentral tidak akan terburu-buru merespon lonjakan harga energi dengan kenaikan suku bunga. Dalam pidatonya di Universitas Harvard tadi malam, Powell menekankan bahwa ekspektasi inflasi saat ini masih berada dalam level yang realistis dan terkendali, sehingga mempertahankan suku bunga merupakan keputusan yang tepat. Dipenghujung masa jabatannya, Powell menegaskan pentingnya kebijakan yang tenang ditengah ketidakpastian global, termasuk konflik Iran dan isu tarif. Ia menyatakan bahwa menaikan suku bunga sebagai respon terhadap guncangan pasokan energi justru berisiko membebani ekonomi disaat yang tidak tepat. Terkait sektor private credit senilai $3 triliun US Dollar yang sedang mengalami peningkatan gagal bayar, Powell menyebutkan sebagai “ koreksi yang sedang berlangsung” dan belum melihat adanya risiko penularan ke perbankan. Sebelum pidato, probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan Desember 2026 berada diatas 50%. Setelah pidato, probabilitas tersebut turun menjadi hanya 2,2%.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – NZDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4308 – 4443 dengan target 4603 – 4737
Stoploss 4072
Grafik XAUUSD time frame D1
USDJPY: SELL
Sell Limit: 160.33 – 161.26 dengan target 157.70 – 158.93
Stoploss 163.05
Grafik USDJPY time frame D1
NZDUSD: BUY
Buy Limit: 0.5663 – 0.5701 dengan target 0.5758 – 0.5803
Stoploss 0.5599
Grafik NZDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



