Apakah Inflasi AS Menuju “Normal Baru” ?
- February 12, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Setelah data sektor tenaga kerja AS mulai terlihat membaik, walaupun pada kenyataannya banyak yang mempertanyakan hali ini, maka malam nanti akan dirilis data laju angka tingkat inflasi AS pada pukul 20.30 wib. Data ini menjadi penting karena apakah angka inflasi AS akan menuju pada level “Normal Baru”, dimana menurut Tom Lee dari Fundstat menyebutkan bahwa inflasi 2,5% adalah angka normal seperti sebelum pandemi. Menariknya, selama 3 bulan terakhir data CPI selalu berada dibawah ekspektasi Wall Street dan jika trend ini berlanjut maka Fed berpotensi mendapatkan ruang yang lebih luas untuk memangkas suku bunga tanpa takut inflasi melonjak. Disisi lain para pelaku pasar sedang khawatir tentang adanya fenomena paradoks AI, dimana permintaan terhadap infrastruktur AI melonjak, tetapi menciptakan disrupsi dan tekanan biaya bagi perusahaan lain. Dampaknya indeks saham Dow Jones turun 1,34%, S&P 500 turun 1,57% dan Nasdaq turun 2,03%. Keadaan ini dipicu oleh Cisco System yang turun 12% akibat lonjakan biaya memori akibat permintaan chip AI yang tinggi. Kekurangan memori global telah menaikkan biaya komponen dan menekan margin dibanyak perusahaan teknologi.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Buliish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4633 – 4813 dengan target 4956 – 5088
Stoploss 4376
Grafik XAUUSD time frame D1
USDJPY: SELL
Sell Limit: 153.19 – 154.13 dengan target 149.93 – 151.03
Stoploss 155.87
Grafik USDJPY time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6988 – 0.7043 dengan target 0.7120– 0.7184
Stoploss 0.6990
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



