Laporan Pekerjaan AS di Tengah Krisis Selat Hormuz
- April 6, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Lanskap ekonomi dan geopolitik global pada awal April 2026 berada dalam titik krusial. Kombinasi antara data tenaga kerja domestic AS dan eskalasi konflik di Timur Tengah telah menciptakan volatilitas tinggi di pasar keuangan. Meskipun dibayangi ancaman konflik, laporan pekerjaan AS untuk bulan Maret menunjukkan ketahanan yang mengejutkan. Data terbaru mencatat penambahan 178K, walaupun demikian jika ditarik 3 bulan terakhir rata-rata sekitar 68K. Secara gambaran yang lebih luas, pasar tenaga kerja AS masih dalam pertumbuhan yang melambat, karena tidak ada perekrutan sejak bulan April. Sementara ketegangan di Timur Tengah terus meningkat setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan peringatan keras terhadap Teheran. Dalam serangkaian unggahan di media sosial, Trump menetapkan Rabu pukul 07.00 wib, sebagai batas akhir bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi kehancuran infrastruktur total. Respon pasar saham AS dalam situasi seperti ini adalah volatilitas yang tinggi dengan imbal hasil obligasi terus meningkat karena memperhitungkan dampak inflasi disaat harga minyak naik.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4513 – 4602 dengan target 4761 – 4865
Stoploss 4324
Grafik XAUUSD time frame D1
USDJPY: SELL
Sell Limit: 159.70 – 160.33 dengan target 157.72 – 158.63
Stoploss 161.59
Grafik USDJPY time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6831 – 0.6866 dengan target 0.6917 – 0.6954
Stoploss 0.6766
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



