Batas Waktu Gencatan Senjata dan Ancaman di Selat Hormuz
- April 7, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Presiden Donald Trump telah menetapkan batas waktu hingga Rabu pukul 07.00 WIB bagi Iran untuk sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz. Ini merupakan batas waktu gencatan senjata dan sekaligus ancaman bagi Iran, setelah dalam 1 bulan terakhir memblokade Selat Hormuz, yang merupakan titik transit bagi 20% pasokan minyak dan gas dunia. Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit Listrik dan infrastruktur utama Iran jika tidak membuka jalur pelayaran tanpa syarat. Sedangkan Iran menuntut kompensasi perang dan jaminan gencatan senjata permanan sebelum membuka selat tersebut. Keadaan ini membuat bursa saham AS menguat terbatas pada hari Senin dengan harapan adanya diplomasi dibalik layar lewat Pakistan. Sedangkan imbal hasil treasury tetap stabil karena pasar menunggu kejelasan lebih lanjut dari Gedung Putih. CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon menyoroti bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan geopolitik yang sangat besar terutama perang Ukraina dan Iran. Dimon memperingatkan bahwa konflik-konflik ini berisiko memicu kenaikan harga komoditas, inflasi dan suku bunga.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi XAUUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
XAUUSD: BUY
Buy Limit: 4513 – 4602 dengan target 4761 – 4865
Stoploss 4324
Grafik XAUUSD time frame D1
USDJPY: SELL
Sell Limit: 159.70 – 160.33 dengan target 157.72 – 158.63
Stoploss 161.59
Grafik USDJPY time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6866 – 0.6904 dengan target 0.6954 – 0.6989
Stoploss 0.6808
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



