Ancaman Selat Hormuz dan Pertaruhan Tarif Global
- April 3, 2026
- Posted by: Reza Aswin
- Category: Analisa Fundamental
Apa yang terjadi di pasar
Dinamika pasar global saat ini menghadapi tekanan dari dua sisi sekaligus. Ancaman selat hormuz yang berisiko terhadap pasokan energi dan kebijakkan perdagangan agresif dari Washington yang berisiko terhadap pertaruhan tarif global. Setelah Presiden Trump mengatakan bahwa waktunya sudah dekat untuk mengakhiri perang teluk dengan menyerang negara Iran dalam 2 hingga 3 minggu kedepan maka harga minyak dunia naik diatas $110 per barel. AS sebenarnya berkepentingan dengan selat hormuz bukan karena minyak tetapi lebih kepada pasokan helium. Konflik terus memanas setelah Iran dan Oman membuat protocol guna memantau kapal-kapal yang melewati selat hormuz. Selain itu Trump mengejutkan pasar dengan mempertimbangkan tarif hingga 100% untuk produk farmasi impor. Langkah ini merupakan bagian dari agenda kemandirian industry dalam negeri, namun memicu kekhawatiran baru yaitu adanya potensi meningkatkan biaya obat-obatan di AS dan memicu aksi balasan dari mitra dagang AS. Ditengah riuh geopolitik, focus investor tertuju pada data NFP nanti malam yang terlihat naik tipis.
Ekspektasi Pasar
Dengan melihat Fenomena yang terjadi saat ini maka diprediksi GBPUSD = Sideways Cenderung Bullish – USDJPY = Sideways Cenderung Bearish – AUDUSD = Sideways Cenderung Bullish
Trading Plan :
GBPUSD: BUY
Buy Limit: 1.3057 – 1.3156 dengan target 1.3265 – 1.3347
Stoploss 1.2916
Grafik GBPUSD time frame D1
USDJPY: SELL
Sell Limit: 159.65 – 160.33 dengan target 157.72 – 158.63
Stoploss 161.59
Grafik USDJPY time frame D1
AUDUSD: BUY
Buy Limit: 0.6866 – 0.6905 dengan target 0.6977 – 0.7014
Stoploss 0.6803
Grafik AUDUSD time frame D1
Disclaimer
Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan menit bahkan jam, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang. Perhitungkan money management sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi mengingat setiap transaksi dalam forex dapat berakibat habisnya dana yang ditransaksikan. Trading pada prinsipnya adalah Risk Management dan bukan Profitabilitas semata.



